Ketarunaan

Apa itu Ketarunaan ?
Seberapa penting Ketarunaan itu diterapkan di dunia pendidikan?

Ketarunaan berasal dari kata taruna.
Kata “taruna” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya pemuda. Tapi secara defenisi, taruna bisa diartikan sebagai pemuda yang menjadi contoh di lingkungan di mana ia berada dalam segala aspek. Di Indonesia sendiri kata “taruna” lazim digunakan untuk menyebut pelajar yang sedang menjalani proses pendidikan di suatu sekolah/akademi yang menerapkan pola asuhan semi militer bahkan murni militer.

Kiblat ketarunaan di Indonesia: AKMIL (Akademi Militer), AAU (Akademi Angkatan Udara), AAL (Akademi Angkatan Laut) yang memakai pola asuhan militer secara penuh.

Ketarunaan yang akan di terapkan pada tingkat sekolah adalah pola asuh semi-militer yang bertujuan dalam pembentukan karakter para pendidik di tingkat sekolah. Pembinaan yang di terapkan kepada peserta didik di bawah asuhan oleh Pembina Ketarunaan. Di SMK Taruna Tekno Nusantara Medan berada pada pembinaan dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat.

SMK Taruna Tekno Nusantara Medan memiliki pola asuh untuk pembentukan karakter. Pembentukan karakter berupa kejujuran, kedisiplinan, akhlak, giat/aktif. Membangun karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak, akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula.Dengan begitu, fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Oleh karenanya ada tiga pihak yang mempunyai peran penting yaitu, keluarga, sekolah, dan komunitas.

Pembentukan karakter ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kedua, mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, anak tak mau mencuri, karena tahu mencuri itu buruk, ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan.

Ketiga, anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya. Lewat proses sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya; tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian; kejujuran; hormat dan santun; kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama; percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati; toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Tujuan mengembangkan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Begitu tumbuh dalam karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan komitmenya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukannya dengan benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Membangun karakter yang efektif, ditemukan dalam lingkungan sekolah yang memungkinkan semua anak menunjukan potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting.

Nomor HP

  • 0813 7084 9948
  • 0815 3329 9297