Ketarunaan

PROGRAM UNGGULAN

Sistem Ketarunaan SMK Taruna Tekno Nusantara

Pendidikan SMK TTN mengedepankan Pendidikan karakter (religious, jujur, toleransi, disiplin, dan kerja keras) yang dilandasi iman dan takwa, dan dijiwai Tri Wawasan Nusantara, yaitu: wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan dgn menerapkan nilai-nilai disiplin taruna. Jadi, SMK TTN berbasis ketarunaan (semi militer).

Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

Segala pola hidup, aktivitas kegiatan di SMK TTN menerapkan prinsip- prinsip dasar militer dalam bentuk Latihan Dasar Taruna (LATDASTAR) yang mendasarkan pada pelatihan-pelatihan. Dan nilai-nilai yang terbentuk menjadi budaya disekolah. Tujuannya adalah untuk menanamkan karakter, khususnya karakter kedisiplinan dan pembentukan kepribadian yang baik pada peserta didik.

Beberapa nilai-nilai yang diharapkan terbentuk dari pelaksanaan budaya sekolah yaitu rasa ingin tahu, religius, jujur, disiplin, demokratis, tanggung jawab, solidaritas, bersahabat, toleransi, cinta tanah air, nasionalis, semangat kebangsaan, apresiasi budaya bangsa, menghargai prestasi, kerja keras, keberanian, daya juang, mandiri, gotong royong, rela berkorban, peduli lingkungan, cinta damai dan peduli sosial.

smk taruna di medan
Audiensi Taruna Taruni SMK TTN ke Makosek AU

Beberapa cara untuk menanamkan disiplin dilingkungan sekolah diantaranya adalah pertama cara otoriter, yakni menentukan aturan-aturan batasan yang mutlak yang harus ditaati oleh taruna/i, dan taruna/i harus tunduk dan patuh dan tidak ada pilihan lain. Cara ini digunakan pada permulaan menanamkan disiplin. Sikap otoriter taruna/i akan memperlihatkan reaksinya misal: menentang atau melawan karena anak merasa dipaksa, maka menentang dan melawan, dapat ditampilkan dalam tingkah laku yang melanggar norma dan menimbulkan persoalan pada dirinya.

Kedua cara bebas, yakni  taruna/i sudah terbiasa mengatur dan menentukan sendiri apa yang dianggapnya benar. Pihak sekolah hanya bertindak sebagai polisi yang mengawasi, menegor dan mugkin memaharahi.

Ketiga cara demokratis, yakni dilakukan dengan cara memperhatikan dan menghargai kebebasan peserta didik, namun kebebasan di sini tidak mutlak yaitu perlu adanya bimbingan penuh pengertian antara peserta didik dan pihak sekolah. Cara demokratis membuat taruna/i akan tumbuh rasa tanggung jawab dan memupuk kepercayaan dirinya.

Dalam Pembentukan karakter kedisiplinan taruna, faktor pendukung yaitu adanya kerja sama antar berbagai pihak dan faktor pendukung lainnya yaitu penerapan sistem boarding school. Secara umum tahapan pelaksanaan Ketarunaan di SMK Taruna Tekno Nusantara adalah tahap memberikan pengetahuan yakni konsep ketarunaan untuk menanamkan ketaatan. Berikutnya tahap pelaksanaan yakni latihan-latihan untuk menanamkan kepatuhan. Selanjutnya tahap kesadaran untuk menanamkan kesetiaan dan terakhir tahap adab/budaya untuk menanamkan keteraturan.

Copyright © 2023 SMK Taruna Tekni Nusantara. All rights reserved.